Mengenal UMKM Go Online

Banu adalah pemilik toko kelontong. Pagi hari dia bangun dan cek website, merubah beberapa deskripsi tentang usahanya dan menambahkan beberapa produk ke aplikasi Toko Online yang terintegrasi dengan Website. Setelah puas, dia buka aplikasi laporan keuangan, cek kondisi keuangan saat ini dan berapa omzet serta profit yang sudah dicapai. Ada beberapa tagihan yang harus dibayar. Kemudian buka aplikasi stok barang. Ada peringatan disana tentang beberapa item produk yang sudah dalam keadaan kosong dan perlu stok ulang. Banu mengawasi grafik persediaan barang dan penjualan, dia berfikir untuk mencoret beberapa produk yang kurang laku untuk dijual dan menambahkan beberapa produk yang cukup populer di kalangan pembelinya. Banu melihat ada notifikasi pemesanan beberapa barang. “Saatnya kerja..!”

Bejo adalah pemilik warung bakso dan mie ayam MAS BEJO. Total dia punya 3 warung yang tersebar di kota tempat tinggalnya. Pagi ini setelah sarapan, Bejo buka laptop yang terhubung ke internet. Dilihatnya grafik persediaan barang. Ada 1 warung yang persediaan Kecap dan Tomatnya sudah hampir habis. Bejo melanjutkan ke grafik penjualan, “Mm.. Warung A selalu kekurangan bakso, rata-rata jam 5 sore sudah habis. Laris sekali disana, tampaknya harus tambah stok”, pikirnya. Kemudian matanya melirik ada notifikasi email. Ternyata email dari seorang pelanggan yang berkeinginan kerjasama bagi hasil untuk buka warung yang ke 4. Bejo memberi balasan dan bersedia untuk bertemu siang nanti.

Yanti adalah seorang mahasiswi, disela-sela kuliah dia menambah penghasilan dengan usaha jual busana muslim. Tidak ada toko fisik, semua dilakukan di rumah kontrakannya. Beberapa barang distok sendiri dan sisanya sistem dropship, atau hanya membantu penjualan barang milik supplier. Yanti membuka toko virtual di beberapa marketplace online besar, diantaranya di BukaToko dan Lapakpedia. Pagi ini sebelum berangkat kuliah, Yanti cek HP Androidnya, ada beberapa pemesanan barang dari toko-toko virtualnya. Dia mencatat setiap pemesanan untuk diproses nanti. Yanti melakukan order ke supplier untuk melayani pemesanan dropship, kemudian membuka aplikasi chatting dan menghubungi temannya. “Sis.. ada order nih, ready ya”

 

Apa itu Go Online ? 

Ilustrasi diatas menggambarkan tentang 3 orang pengusaha UMKM yang menjalankan aktifitas usahanya menggunakan teknologi informasi. Sebenarnya gaung UMKM Go Online sudah disuarakan sejak lama, tapi banyak pihak khususnya pengusaha UMKM yang tidak paham apa itu, pokoknya asal online saja sudah cukup. Asal punya website kemudian dijuluki UMKM Go Online, asal punya toko online kemudian ngakunya sudah Go Online. Tidak ada salahnya, tapi kurang tepat. Go Online tidak sekedar online, tapi ini bisnis Bung! Buat apa online kalau tidak bisa mendongkrak pendapatan!?

 

Website, Toko Online, dan Aplikasi Online

Banyak yang bingung tentang 3 istilah diatas, akhirnya dipukul rata. Mari kita bahas satu persatu, tentunya dengan bahasa sederhana supaya bisa dipahami.

 

Website

Website ibarat adalah rumah di dunia maya atau internet. Namanya juga rumah, pasti ada alamatnya dan alamat ini yang kita sebut dengan Domain. Contoh alamatnya www.andimicro.com , ini adalah alamat “Rumah” saya di internet. Rumah ini saya isi dengan artikel-artikel yang bisa dibaca seluruh orang didunia yang akses melalui internet ke alamat rumah saya tadi. Saya sebut ini Rumah baca, soalnya cuma untuk dibaca-baca saja. Saya juga punya beberapa rumah yang lain, misalnya di www.websindo.com , ini adalah Rumah Bisnis karena isinya tentang gambaran usaha dan penawaran produk, harapannya ada pembeli yang mau mampir dan order produk disana. Rumah-rumah ini terserah saja mau dijadikan apa oleh Pemiliknya, rumah baca, rumah bisnis, rumah politik, rumah narsis ( isinya foto-foto dan kegiatan-kegiatan narsis doank ), dll.  Rumah-rumah ini tentunya memerlukan tempat untuk berdiri, ini kita sebut dengan Hosting. Hosting adalah tempat rumah-rumah maya ini berada, bentuknya bisa sharehosting atau bisa server sendiri. Umumnya diletakkan di perusahaan hosting, dengan biaya sewa pertahun atau perbulan untuk kaplingannya.

Oke, jadi karena pembicaraan kita kali ini adalah UMKM Go Online, maka rumah yang tepat adalah rumah bisnis. Isinya adalah gambaran usahanya seperti apa, layanan yang diberikan apa saja, produk yang dijual, serta hal-hal lain berkaitan dengan usaha Anda. Anggap aja ini kantor pribadi.

Jadi jika kita ingin punya Website, maka yang diperlukan adalah :

  1. Desain Web. Anda bisa belajar sendiri misalnya WordPress, untuk membuat web yang ciamik, atau Anda bisa pesan ke jasa-jasa pembuatan website seperti ke Websindo. Desain web harus menarik dan informatif karena disinilah calon pembeli Anda akan berkunjung. Jika Website tidak menarik dan lemot (lambat aksesnya) maka calon pembeli menjadi ilfil dan kabur ke tetangga sebelah.
  2. Domain. Anda bisa memilih nama domain yang cocok dengan usaha. Ingat, kadang nama domain yang diinginkan sudah dimiliki oleh orang lain, maka alternatifnya anda cari kombinasi nama-nama yang sesuai dengan usaha. Agak sedikit tricky memang. Domain berlaku sistem sewa pertahun dengan harga yang variatif, antara 50rb/tahun sampai 500rb/tahun tergantung ekstensi domainnya, misalnya .com harganya 100rb-150rb/tahun, tapi .id bisa sampai 250rb/tahun. 
  3. Hosting. Seperti yang saya jelaskan diatas, hosting berlaku sistem sewa pertahun atau perbulan tergantung paketnya. Biasanya faktor pembeda paket hosting adalah kapasitas penyimpanannya, ada yang 1GB, 2 GB, dst. Semakin besar daya tampung datanya, semakin mahal sewanya. 
  4. Konten atau isi Website. Jelas sebuah website harus ada kontennya, bisa artikel, grafis, foto, video, dll. Semakin sering diupdate konten sebuah website, semakin menarik untuk dikunjungi.

 

Toko Online

Apa itu Toko Online? Ya toko yang bisa diakses secara online, hehe..

Sama seperti toko fisik, di toko online juga dipajang produk-produk yang dijual. Anda bisa melihat-lihat gambarnya, mengetahui ukurannya, mendapatkan informasi tentang fiturnya, dll. Bedanya anda tidak perlu datang ke lokasi tokonya, cukup dari gadget saja.

 

Perlengkapan Toko Online umumnya :

  1. Etalase, ini untuk memajang barang dagangan. Etalase dilengkapi dengan deskripsi produk, gambar/foto produk, informasi ketersediaan produk, dan fasilitas pembelian secara online.
  2. Keranjang Belanja. Sama seperti jika Anda ke supermarket, tentunya produk-produk yang dibeli masuk ke troli atau keranjang belanja dulu, baru dibawa ke kasir untuk dibayar. Dalam hal toko online, ini juga sama.
  3. Kasir. Ini fitur yang mengatur metode pembayaran, mengirim invoice atau tagihan, mencetak struk atau bukti pemesanan dan bukti pembayaran.
  4. Kurir. Fitur kurir digunakan untuk memilih kurir pengiriman barang. Di Indonesia banyak sekali kurir ekspedisi yang melayani pengiriman barang ecommerce.
  5. Payment Gateway. Fitur ini berguna untuk menangani pembayaran. Payment gateway menyediakan berbagai macam metode pembayaran yang bisa dipilih oleh pembeli, misalnya melalui Kartu Kredit, Online Banking, Transfer Bank, Fintech, atau melalui Merchant seperti minimarket, kios, dll. 
  6. Kontak. Fitur kontak wajib ada di Toko Online. Bentuknya bisa formulir online atau chat. Formulir online biasanya dikirimkan ke email, sementara chat bisa langsung sebagai salah satu fitur di toko online atau menggunakan aplikasi chatting pihak ketiga yang terintegrasi ke toko online Anda. 
  7. Notifikasi. Tidak lengkap sebuah Toko Online tanpa fitur Notifikasi atau Pemberitahuan. Notifikasi bisa dikirimkan untuk Pembeli dan juga untuk Pemilik Usaha. Dengan adanya notifikasi maka baik pembeli maupun pemilik usaha dapat mengetahui prosesnya. Sungguh sayang jika pemilik usaha tidak mengetahui adanya pemesanan barang karena tidak mendapat notifikasi apapun , pembeli bakal lari ke toko saingan.

 

Toko online ada 4 jenisnya :

  1. Merupakan fitur tambahan dari Website. Jadi toko online akan menjadi bagian dari website. Contohnya adalah Woocommerce yang dapat dipasang di WordPress. Ini toko online paling populer yang digunakan didunia. Toko Online jenis ini memerlukan hosting.
  2. Merupakan aplikasi berbasis web tersendiri, terpisah dari website. Contohnya adalah Prestashop. Sama seperti no 1, Aplikasi Toko Online memerlukan hosting.
  3. Merupakan bagian dari Marketplace. Toko online tipe ini yang paling mudah dibuat dan dikelola, tidak memerlukan pengetahuan teknis dan umumnya Gratis!
  4. Merupakan bagian dari Media Sosial. Beberapa medsos besar seperti Facebook menyediakan Toko Online instan langsung di sana, tentunya Gratis. Target pemasaran dan pembelinya, ya akun-akun medsos yang jumlahnya ratusan juta itu.

 

Apakah usaha Anda memerlukan Website atau Toko Online atau keduanya?

Maka perlu dianalisa kembali, seperti apa model bisnisnya. Jika bisnis jualan properti misalnya, maka cukup memiliki website dan fitur contactform saja. Anda bisa memajang foto rumah-rumah, toko, atau bangunan lainnya yang dijual di Website, jika ada pembeli yang berminat, bisa isi formulir kontak online disana.

Namun, jika usahanya adalah dagang atau retail, bisa jadi perlu adanya Toko Online. Dengan Toko Online maka jangkauan pembeli bisa lebih luas lagi dan semua urusan bisa diotomasi. Ingat, punya toko online bukannya menambah ribet pekerjaan, tapi mempermudah usaha. Pastikan Toko Online Anda memenuhi 7 fitur diatas, jika tidak, maka Anda akan sibuk sendiri.

Lanjut ke BAGIAN 2 …

 

You may also like

Your Cart

Send this to a friend